Selasa, 22 Januari 2019

narkoba musuh kita bukan teman kita


Cerpen #1


     suatu saat, di salah satu desa kecil di bawag pegunungan terdapat seorang anak bernama Ali. Ali merupakan salah satu siswa SMP di desa tersebut. Ali baru saja menerima surat kelulusannya dan akan melanjutkan ke jenjang SMA. Namun, karena di desanya tidak ada sekolah SMA, maka ia memutuskan untuk bersekolah di perkotaan. Ia-pun meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk bersekolah di sana. orang tua ali pun mengijinkan Ali untuk bersekolah di perkotaan demi kebahagiaan anak satu-satunya itu.

    Akhirnya, alipun berangkat ke kota bersama teman-temannya. Orang tua Ali pun harus mengikhlaskan Ali untuk pergi ke perkotaan untuk melanjutkan sekolahnya dangan berat hati. ketika sekolah di sana, Ali mempunyai banyak sekali teman dari yang pandai, disiplin, dan ada yang nakal. Awalnya, Ali terkenal dengan sifat disiplin, tepat waktu dan pandai serta sangat di sukai teman-teman di sekolahnya. Suatu ketika, Ali pun berkenalan dengan salah seorang anak yang bisa dibilang nakal. Ia berkenalan dan hampir setiap jam istirahat mereka selalu bermain bersama-sama.

     Alipun setelah sering bermain dengan temannya yang agak nakal itu, iapun kemudian agak sering untuk malas mengerjakan PR, kuran disiplin, sering bolos pada jam pelajaran dan selalu bermain bersama teman-teman nakalnya ketimbang teman-teman lainnya. suatu saat, liburan sekolah pun tiba, ali pada saat itu bingun untuk liburan kemana dan memilih bermain dengan teman-teman nakalnya itu. biasanya, ali hampir di setiap libur panjang ia selalu pulang kampung untuk menengok kedua orang tuanya. Namun karena keasikan dan karena pergaulan dari teman-teman nakalnya itu , alipun lebih mementingkan bermain bersama teman-teman nakalnya ketimbang menengok kedua orang tuanya di kampung. suatu hari, di tengah-tengah liburan sekolah iapun diajak untuk bermain, jalan-jalan bersama teman-teman nakalnya.

     Kemudian iapun ditawarkan salah satu barang haram (narkoba), kerana ia belum tahu itu apaan, diapun mengiyakan dan menikmatinya. Hari demi haripun berlalu dan alipun lebih menjadi-jadi kenakalannya. Barang haram yang ditawarkan oleh temannya itu pun menjadi barang yang biasa dia nikmati di setiap saatnya. Bahkan ia rela menghabiskan uang sakunya untuk membeli dan menikmati barang haram tersebut.

     Suatu ketika, disaat ali dan teman-temannya sedang menikmati barang haram tersebut, terdengarlah suara ketukan pintu. Dengan tidak sadar dan tidak tahu, ia pun langsung membukakan pintu. dikiranya hanya teman-temannya yang biasa main ataupun mampir seperti biasanya, namun ternyata setelah dibuka yang muncul adalah dua orang polisi berseragam lengkap dengan borgol ditangannya dan siap untuk memborgol siapapun yang melanggar hukum. Dan akhirnya mereka pun di borgol dan dibawa ke kantor kepolisian untuk dimintai penjelasan tentang apa yang telah mereka perbuat dengan barang haram tersebut. karena mereka terbukti bersalah dan menyalahgunakan barang haram tersebut, merekapun di tahan dan diberi sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. ketika dipenjara, merekapun saling menyalahkan diri sendiri dan juga menyalahkan temannya sendiri karena telah mengajak dan menikmati barang haram tersebut.
pada saat itulah, ali pun sadar bahwa " narkoba adalah musuh kita dan bukan teman kita".


Ditulis oleh : Firmansyah Diana

0 komentar:

Posting Komentar

 

cerita pendek mengispirasi Published @ 2014 by Ipietoon