cerpen #2
suatu saat, di suatu daerah perkotaan terdapat seorang lelaki yang sangat menyayangi seorang wanita. lelaki tersebut sangatlah menyayanginya dengan setulus hatinya. rasa sayang lelaki tersebut sangatlah besar sehingga tidaklah bisa diungkapkan dengan kata-kata.
mereka masihlah bersekolah di salah satu SMK dikotanya namun berbeda jurusan dan berbeda kelas. perempuan tersebut beragama muslim sejak lahir dan merupakan salah satu anak dari TNI. perempuan tersebut sangatlah cantik baginya. walaupun seorang muslim, perempuan tersebut belum mendapatkan hidayah yaitu belum menggunakan jilbab. walaupun begitu, ia adalah seorang yang taat pada orang tua dan jarang meninggalkan ibadahnya. lelaki tersebut juga merupakan seorang muslim sejak lahir. ia pernah tinggal dan menjadi remaja masjid di salah satu masjid di kota tersebut.
karena latar belakang itulah si lelaki selalu mengingatkan kepada wanita tersebut untuk selalu dan jangan melupakan ibadah. dan terkadang juga, si lelaki tersebut mengingatkan dan memberi nasehat pada si wanita tersebut untuk mengenakan jilbab. namun karena mungkin belum ia dapati hidayah-Nya, wanita tersebut belum mau mengenakan jilbab.
hingga suatu saat ketika akhir semester ia terancam pindah karena beberapa alasan yang kuat. walaupun mungkin ia belum rela dan mau pindah dari kota tersebut, namun ia menaati kedua orang tuanya. dan suatu saat, wanita tersebut memberi kabar dan informasi kepada si lelaki bahwa ia terancam akan pindah tempat tinggal ke kota lain. si lelaki tersebut mengkhilaskannya jika memang si wanita harus benar-benar pindah. disisi lain, si lelaki tersebut belum bisa dan rela untuk ditinggalkan dan jauh dari wanita tersebut. mungkin karena ia sayang dan takut kehilangan. hari demi haripun berlalu, dan semakin sedikit pula waktu yang tersisa untuk bisa bertemu dan melihat si wanita tersebut. hingga suatu saat, karena keinginan kuat si lelaki untuk agar si wanita tersebut menggunakan jilbab, iapun berencana untuk membelikan dan memberikan jilbab tersebut pada wanita tersebut. ketika sore tiba, si lelaki tersebut mengirimkan pesan singkat melalui smartphone-nya untuk mengajak wanita tersebut agar mau jalan dan menemaninya mencari jilbab dan membeli buku. sebagai lelaki yang bertanggung jawab, ia bukan hanya meminta kepada wanita tersebut saja, ia pun memberanikan diri untuk meminta izin pada orang tua si wanita. dan akhirnya si lelaki pun mendapatkan izin dan menyiapkan rencarana jalan bersama si wanita.
malam pun tiba dan tiba pula waktu untuk menjemput si wanita. ia menuju rumah si wanita dengan hati yang senang namun sedikit gerogi pada orang tuanya. kerna baru pertama kalinya ia mengajak seorang wanita untuk berjalan bersamanya. sesampainya ia di depan rumah si wanita, ia langsung megetuk pintu dan mengucapkan salam dengan agak ragu-ragu. pintu pun dibuka dan yang keluar adalah ibu dari si wanita. iapun langsung mengambil tangan si ibu untuk di ciumnya sembari meminta izin mengajak anaknya untuk jalan bersamanya. karena si wanita tersebut baru selesai mandi, lelaki itu pun menunggu sembari bercerita-cerita sedikit dengan ibu si wanita. tak lama kemudian, si wanita tersebut keluar dari pintu rumahnya. dengan ragu-ragu ia mengajaknya jalan dan memberi salam pada ibu si wanita.
perjalanan pun di mulai, karena ini pertama kalinya ia mengajak si wanita untuk berjalan berdua bersamanya, iapun bingung mau ke mana. namun, karena kebetulan ia ingin membeli buku, iapun menuju toko buku. sesampainya di toko buku, ia langsung masuk bersama si wanita tersebut. ia pun mencari buku yang ia cari sambil mengajak si wanita mengobrol agar tidak garing. selesainya ia mencari buku, iapun berjalan kembali dan membeli jilbab untuk si wanita tersebut. awalnya si wanita tersebut tidak tahu bahwa jilbab tersebut akan di berikan padanya. dan lelaki tersebut sengaja membohonginya agar menjadi sebuah kejutan kecil nantinya. seperti biasanya, sesampai di toko ia langsung memasuki toko tersebut bersama si wanita dan mencari apa yang ia cari. karena si wanita menyukai warna merah maron, si lelaki pun mencarikan jilbab yang berwarna merah maron untuk dikenakan oleh si wanita. seusai mencari jilbab, iapun berjalan pulang menuju rumah si wanita tersebut. dan sesampainya di rumah si wanita, lelaki itupun langsung memberikan jilbab yang telah ia beli tadi kepada si wanita tersebut. dengan perasaan kaget dan terkejut, wanita tersebut menerimanya dengan senang hati. disisi lain pula, lelaki tersebut sengan karna pemberiannya di terima dan berharap agar si wanita mau menggunakan jilbab tersebut. karena jam sudah menunjukkan bahwa sudah malam, lelaki tersebutpun langsung berpamitan untuk melakukan perjalanan pulang.
hari- haripun berganti dan akhirnya tibalah saatnya untuk ia dan si wanita berpisah. perpisahan ini baginya bukan untuk selamanya, namun ia berharap akan bertemu kembali di suatu tempat yang lebih indah dibanding pertemuan pertamanya. walaupun ia tidak tahu kapan pertemuan itu akan terjadi dan dimana pertemuan itu akan dilakukan.
dan saat itupun tiba, mentari bersinar begitu terang dan udarapun begitu sejuk. namun mentari dan udara yang begitu bersahabat terdapat sebuah rasa kehilangan dan kebahagiaan.
pagi itupun tiba, iapun bergegas menyiapkan mobil untuk si wanita. diantarlah mobil tersebut menuju rumah si wanita, namun sayangnya si lelaki tersebut tidak bisa mengantarnya sampai ke bandara. dan iapun hanya dapat mengantar mobil tersebut dan melihatnya ketika menaikinya. saat ia sampai di rumah si wanita, lelaki itupun merasa bahagia namun sangat sedih. bahagia karena ia terkejut akan penampilan si wanita yag menggunakan jilbab yang ia belikan saat malam itu. keinginan yang telah lama ia inginkan telah terpenuhi, si wanita yang sering ia bujuk untuk menggunakan jilbab pun akhirnya menggunakannya. namun, kesedihanpun juga mincul karena saat itu adalah saat terakhir untuknya melihat si wanita. sedih sangatlah sedih ketika melihat sosok yang sangat disayangnya pergi meninggalkannya. namun dengan harapan tadi si lelaki berusaha tetap tegar untuk melihat kenyataan tersebut. ia berharap dan selalu berharap agar suatu saat ia akan bertemu kembali dan dapat memakaikan cincin di jari manisnya.
penulis by : firmansyah diana
